permisiiiii..

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
hanya manusia biasa yang tidak sempurna tapi selalu ingin sesuatu yang luar biasa meskipun sampai harus ke luar angkasa.
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2013

Bermimpi Memimpin dengan Hati

Pagi yang indah di Kota Bandung membuatku berpikir ingin jadi apa aku nanti.
Lalu ku buka youtube dari laptop-ku, siapa tau bisa dapat inspirasi.

Ah! Ada cuplikan wawancara Jokowi di Metro TV.
Saat itu masih sebagai Walikota Solo, belum jadi Gubernur DKI, seperti saat ini.

Ini yang kuambil dari video tadi, berupa intisari, agar mudah dipahami.

Suatu kali Bung Karno mencari
Siapa orang paling bernyali
Tersebutlah Bang Ali
Sosok Gubernur Jakarta yang bertangan besi dengan gebrakan di sana-sini

Jauh kemudian di lain penggalan jaman
Jokowi muncul sebagai pemimpin Surakarta yang menyejukkan

Resep mereka sederhana
Ngemong
Yakni mau menaungi kawula
Juga mengadabkan pamongpraja
Mereka membuka mata terhadap kebutuhan warga
Serta membuka hati tanpa alergi pada demonstrasi

Jokowi bukan Bang Ali
Tapi sama bernyali
Menjalankan kebijakan yang mumpuni
Sama berani
Untuk menolak aji mumpung sejawat partai sendiri
Apalagi membangun dinasti

Prestasi Bang Ali dan Jokowi bukan sensasi
Bukan pula berita koran,
tentang gubernur dan bupati yang jadi pesakitan di pengadilan
Mereka cuma mengingatkan Anda,
pejabat terhormat dan politisi terpuji.
Bagaimana caranya mengabdi.


Aku bukan Jokowi, apalagi Bang Ali.
Aku hanya bocah masa kini yang penuh mimpi.

Ya! AKU INGIN MENJADI PEMIMPIN!!
Paling tidak, pemimpin bagi diriku sendiri. Independensi.
Atau pemimpin bagi keluargaku nanti.
Syukur-syukur bisa jadi pemimpin perusahaan terkemuka negeri ini.

Apapun itu,
Aku ingin jadi pemimpin yang selalu bisa mengayomi.
Mungkin tak sehebat Jokowi atau Bang Ali.
Tapi cukup dengan hati.


Terinspirasi dari Mata Najwa Edisi "Nyali Perintis"
Terima kasih. Pagi ini terasa indah sekali.

Senin, 28 Oktober 2013

Sebuah Pengingat, bahwa di Zamanku, Aku Pernah Resah dengan Bangsa Ini

Aku adalah pemuda di zamanku.
Aku adalah pemuda yang akan menentukan nasibku, juga nasib bangsaku.

BUKAN KAU..!!

Apalagi dia, atau mereka.

Kami adalah pemuda di zaman ini.
Kami adalah pemuda yang akan menentukan nasib kami, juga nasib bangsa ini.

BUKAN DIA..!!!
BUKAN MEREKA..!!!

Tapi KAMI, PEMUDA PEMUDI BANGSA INI.



Pemalang, 28 Oktober 2013

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, 84 Tahun yang Lalu.

Rabu, 17 Agustus 2011

tujuh belas


Tujuh belas Ramadhan.
Pertama kali Al-Qur'an diturunkan ke bumi melalui malaikat Jibril.
Hingga hari itu disebut sebagai hari yang istimewa; Nuzulul Qur'an.

Tujuh belas rakaat.
Adalah jumlah rakaat shalat wajib dalam satu hari satu malam.
Subuh: dua; Dzuhur: empat; Ashar: empat; Maghrib: tiga; Isya: empat.

Tujuh belas tahun.
Pertama kali gw difoto dan diminta tanda tangan untuk KTP.
Pertama kali juga gw berhasil memperoleh SIM A dan SIM C sekaligus.
Bahkan gw diberi kesempatan untuk menentukan nasib bangsa ini dengan memilih calon presiden republik ini.

Kini gw tahu kenapa hari kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal tujuh belas.

Dirgahayu Indonesiaku!